Cari Blog Ini

Surat Terbuka untuk Kapolri dari Purnawirawan TNI AD

BataraNews.com

Dec 3, 2016

Yth Pepabri Jendral Agum Gumelar, PPAD Letjen Kiki Syanakri
Ketum GBN Mayjen Budi Sujana

SURAT TERBUKA

Mayjen Kivlan Zen punya apa, Kivlan n Adit senjata tidak punya, prajurit tidak punya, partai gak ada, ormas gak ada, aplagi duit, mungkinkah merekamau makar? Mereka yang saya kenal, prajurit yang cinta NKRI, pejuang penegak kemerdekaan NKRI harga mati umtuk prajurit TNI kekuatan apa yg mereka punya utk berbuat MAKAR !!!

Bung kivlan usia 70 sama dengan saya, bang Adit 73 th jadi tdk ada sahwat untuk berkuasa!? mungkinkah berbuat makar?! Dulu kita pernah sama sama berjuang bersama Prabowo Ismed Suadi untuk menegakan yang hak melawan kebatilan dan menuntut ke adilan tapi kita difitnah jadi ABRI HIJAU sekarang kalian difitnah berbuat MAKAR !!!

Kekuasaan polisi sudah over dosis berani nangkap baju hijau jendral prajurit cadangan TNI sekarng purn besok prajurit TNI ditangkap d sel di polsek/polres2 PKI BERHASIL ADU DOMBA dan PKI telah berhasil balas dendam pd tni khususnya TNI AD sama2 tdk punya hak pilih n dipilih yg membedakan TNI DIPENJARA DI BARAK PKI DIBUANG KE P BURU SADAR LAH REKAN2 PRAJURIT bahaya komunis sdh mengancam dan terang2an.

Ditangkapnya Kivlan Zenn dan Adit menunjukan TNI AD KHUSUSNYA PURN TDK SOLID, PR UTK TSB ALAMAT DIATAS SY PRIBADI sangat gundah JENDRAL PURN TNI AD KOK DITANGKAP POLISI!? WALAU SDH DIBEBASKAN KAMI TDK TRIMA !!!

Babak baru perjuangan segera dimulai sudah DOA BERJALAN BAIK KOK KAPOLDA METRO INISIATIF TANGKAP KIVLAN & ADIT

SY MHN KAPOLRI COPOT KAPOLDA METRO
JANGAN bikin masalah baru , sy menghimbau pd rekan2 PA TNI agr konsolidasi n bersatu khususnya TNI AD .

Sebanyak, 2,3 Juta TENTARA REGULER CINA dan 1,2 TENTARA MERAH SIAP MSK CAPLOK IND 100 RB senjata cung utk angkatan ke 5 (buruh n tani)blm kita ketemukan dimana di sembunyikan PKI WASPADALAH TNI KT BENTENG TERAHIR NKRI TERUSKAN PERJUANGAN JENDRAL KIVLAN N JEND ADIT AlFITNATU ASYADLU MINAL QOTLY
FITNAH FITNAH FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
AKANKAH TERULANG LAGI KOMUNIS BERKUASA DI Indonesia.

SELAMAT BERJUANG SAHABATKU KALIAN TDK SENDIRIAN JANGAN TAKUT ALLAH BERSAMA KT AMIN

Salamt Hormat
MAYJEN TNI PURN
AMPI N TANUDJIWA
CC : MENHAN
PANG TNI
KAS TNI AD

(Fahad Hasan)

Jendral TNI (Purn) Try Sutrisno : Ormas Anti-Pancasila jangan Hidup di Indonesia

Jakarta - Wakil Presiden ke-6 Indonesia Try Sutrisno menegaskan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang anti-Pancasila supaya hengkang dari Tanah Air. Pancasila merupakan pedoman hidup masyarakat dan bangsa yang harus mendarah daging dalam bernegara.

"Kalau ada ormas yang anti-Pancasila tidak berhak hidup di Indonesia," kata mantan Panglima ABRI itu di sela acara pengukuhan dan pelantikan Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Balai Kartini, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Menurutnya, bangsa ini sudah sepakat bahwa Pancasila merupakan ideologi tunggal negara yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta. Maka, tidak ada tawar-menawar lagi untuk ideologi di luar itu.

Ormas yang menganut di luar ideologi yang telah final itu, lanjut dia, harus dibubarkan atau membubarkan diri. Komitmen bangsa harus dipegang teguh menjadikan lima sila sebagai landasan hidup seluruh masyarakat tanpa kecuali.

"Harus dibubarkan dan membubarkan diri. Pancasila itu sudah komitmen kita bersama. Orang Indonesia kok berani anti-Pancasila," tutupnya.

Dorongan agar pemerintah membubarkan ormas anti-Pancasila kembali menguat. Adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj yang kembali menyerukan pembubaran ormas anti-Pancasila.

"Ormas yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI, saya mohon sejak dulu dibubarkan," ujar Said Aqil.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakui pemerintah kesulitan membubarkan ormas. Tahapan untuk membubarkan ormas cukup panjang.

"Memang, pedaftaran ormas ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM mudah sekali. Membubarkannya yang sulit," kata Tjahjo.

Ormas yang terdaftar saat ini berjumlah 254.633. Sebanyak 287 ormas terdaftar di Kemendagri, 2.477 di provinsi, 1.807 di kabupaten/kota, 62 ormas di Kementerian Luar Negeri, dan 250 ribu di Kementerian Hukum dan HAM.

Menurut Tjahjo, dari ribuan ormas itu yang berkontribusi ke negara hanya segelintir.

Kisah Jenderal Gatot persembahkan baret Kopassus ke makam ibu

Menjadi prajurit Kopassus TNI AD merupakan impian banyak orang. Tak terkecuali Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.

Saat minta izin ibunda untuk mendaftar masuk Akademi Militer, sang ibu mengizinkan. Namun permintaan ibunya, Gatot harus menjadi anggota RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat), nama Kopassus saat itu. Maklum, rumah ibunya di Cilacap dekat dengan pusat pendidikan Kopassus.

Selepas lulus Akmil tahun 1982, Gatot mencoba masuk Kopassus. Tapi ternyata takdir malah membawanya bertugas di baret hijau Kostrad nyaris sepanjang karirnya di TNI AD.

Mimpi Gatot menjadi prajurit Kopassus tak pernah padam. Kesempatan itu datang saat dirinya menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat tahun 2014.

Gatot memanggil Danjen Kopassus, Mayjen Agus Sutomo dan menjelaskan maksudnya untuk mengikuti sekolah Kopassus.

"Tidak usah ikut pendidikan Pak, nanti brevet kehormatan saja," begitu kira-kira kata Mayjen Agus Sutomo. Brevet dan baret kehormatan memang biasanya diberikan pada perwira tinggi dan para kepala staf.

Gatot menolak. Dia berkeras mau mendapat baret merah melalui jalur normal. Artinya melalui sekolah komando yang katanya bagai neraka di bumi itu. Baru sekali ada jenderal bintang empat mau mengikuti sekolah komando yang biasanya untuk para prajurit muda itu.

Tapi Gatot maju terus. Semua pendidikan yang harus ditempuh prajurit komando disikatnya. Dari gunung hutan sampai rawa laut.

Menjadi siswa komando berarti melepaskan pangkat. Semua diperlakukan sama. Gatot pun merasakan direndam tengah malam di Danau Situ Lembang yang airnya sedingin es. Dia juga merasakan melempar pisau, melintas medan puluhan kilo meter dan mengikuti latihan Sandi Yudha.

Akhirnya dalam upacara yang khidmat di tepi Pantai Permisan Cilacap, Gatot dinyatakan lulus sebagai prajurit komando. Mayjen Agus Sutomo memasangkan baret merah dan menyematkan brevet komando di dada Gatot tanggal 2 September 2014. Usia Gatot saat itu 55 tahun.

"Bahwa yang namanya prajurit tidak ada bedanya antara prajurit dua dan jenderal. Saya bangga menjadi keluarga besar Kopassus. Sampai bertemu di medan pertempuran. Komando!" teriak Gatot di depan ratusan prajurit baret merah.

Gegap gempita para prajurit membalas salam dari Gatot. "Komando! Komando! Komando!" Gatot pun digendong dan diarak sambil bernyanyi Mars Baret Merah.

Setelah dilantik, masih dengan baret merah, baju belepotan lumpur dan muka coreng moreng, Gatot langsung terbang menuju makam orang tuanya. Dia Memberi hormat dengan takzim dan menyampaikan amanah ibunya puluhan tahun lalu telah terlaksana.

Bakti Sosial FKPPI 0907 Kabupaten Bekasi di Muaragembong

Minggu, 04 Desember 2016
Pengurus dan anggota Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawiran Indonesia (FKPPI) 0907 Cabang Kabupaten Bekasi melaksanakan bakti sosial untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir di Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong.

Bakti sosial FKPPI Kabupaten Bekasi bersama Artis Dangdut Peduli yang diketuai Neneng Anjarwati itu dikomandoi Hery Puspito, selaku Sekretaris FKPPI PC 0907 Kabupaten Bekasi.

Para anggota dan pengurus FKPPI itu berangkat dari Koramil 01Tambun dan transit di Polsek Muaragembong, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kedua desa tersebut yakni Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bakti.

Para peserta Baksos disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat yang memang membutuhkan bantuan.

GM FKPPI Nyatakan Tak Ada Peleburan

METROPOLITAN – Klaim peleburan Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (GM FKPPI) dan Ormas FKPPI menjadi Keluarga Besar (KB) FKPPI, mendapat protes dari Ketua GM FKPPI 10.06 Kabupaten Sukabumi, Lukas Sukoco dan Ketua GM FKPPI Kota Sukabumi, Aprets Heumasse.

Lukas menyebutkan, hingga kini GM FKPPI masih ada. Bahkan, musyawarah cabang (muscab) hingga pelantikan Pengurus GM FKPPI Kabupaten Sukabumi dilaksanakan di Aula Makodim 0622 Kabupaten Sukabumi, November 2015 lalu.

“Bentuk keberadaan GM FKPPI, contoh kecilnya kita terlibat dalam aksi kebhinekaan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Kalau mereka yang mengatasnamakan Keluarga Besar FKPPI, mana? Jika benar ada, kenapa tidak muncul. Bahkan kami hadir terdepan,” tegas Lukas kepada Radar Sukabumi, Rabu (30/11/2016).

Selain kegiatan bersama TNI-Polri, GM FKPPI juga terlibat dalam kegiatan sosial. Seperti pemberian bantuan kepada korban banjir di Cidolog. Hal itu membuktikan, jika GM FKPPI tidak dilebur terlebih disatukan menjadi KB FKPPI.


sumber- radarsukabumi.com