Cari Blog Ini

SYUKURAN HUT KETIGA MAKODIM 0509 KABUPATEN BEKASI

Dirgahayu Kodim 0509 Kabupaten Bekasi 30 Mei 2013 - 30 Mei 2016, Acara di selenggarakan secara hikmat di aula babinsa Makodim 0509 Kabupaten Bekasi

"PENGABDIANKU IBADAHKU", demikianlah motto para abdi negara yang mengabdikan dirinya di wilayah teritorial Kabupaten Bekasi.

Dalam komentarnya Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Nurdianto S,Sos mengatakan: "Syukuran hari jadi Kodim Kabupaten Bekasi yang ketiga pada tiga hari menjelang purna tugasku".

Jaya terus Makodim 0509 Kabupaten Bekasi.

Sukses selalu Komandan beserta Keluarga.

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBENTUKAN PENGURUS KB FKPPI

Alex Kawilarang, Bapak Kopassus yang tampar Soeharto

Merdeka.com - 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Berbagai kegiatan kerap diselenggarakan untuk menghormati para pahlawan. Namun benarkah mereka merasa dihargai dengan segala tetek bengek perayaan itu?

Banyak pahlawan-pahlawan di negeri ini yang nasibnya tidak mujur. Tidak dimakamkan di taman pahlawan, tidak mendapat bintang jasa bahkan tidak diakui sebagai pahlawan.

Pahlawan juga bukan hanya mereka yang mengangkat senjata melawan penjajah. Banyak pahlawan yang berjasa namun nasibnya tidak sebaik mereka yang yang namanya dikenang dan dimakamkan di tempat terhormat.

Salah satu pahlawan tersebut mungkin adalah Alex Kawilarang. Kolonel (purn) Alex Kawilarang sempat diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional tahun ini. Tapi agaknya belum juga diluluskan pemerintah.

Alex Kawilarang memiliki peran penting dalam penyusunan organisasi TNI di awal kemerdekaan. Termasuk membangun pasukan elite yang kelak dikenal sebagai Kopassus TNI AD.

Di zaman Belanda, Alex mengikuti pendidikan perwira Koninklijk Militaire Academie (KMA) di Bandung. Sebenarnya KMA Bandung merupakan sekolah perwira darurat karena saat itu Belanda telah dikuasai Jerman dalam perang dunia II. KMA Breda di Belanda pun tutup.

Alex tak lama menjadi perwira Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL), atau Tentara Kerajaan Hindia-Belanda. Tahun 1942, Jepang keburu masuk dan KNIL dibubarkan. Walau begitu dia tercatat sebagai satu dari sedikit orang Indonesia yang bisa menjadi perwira KNIL.

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, Alex bergabung dengan TNI. Awalnya dia menjadi perwira penghubung dengan pasukan Inggris. Karirnya terus merangkak naik. Kawilarang dipercaya memimpin ekspedisi TNI menumpas berbagai pemberontakan di hari-hari awal republik. Mulai dari Operasi Penumpasan Pemberontakan Andi Azis di Makassar, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), dan Pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.

Pengalaman menumpas berbagai pemberontakan ini yang membuat Kawilarang berpikir perlunya Indonesia memiliki pasukan kecil dengan kemampuan tempur hebat. Kawilarang begitu kagum akan kemampuan musuhnya, pasukan baret merah dan hijau Belanda dari Korps Speciale Troepen. Dia banyak berdiskusi dengan Letkol Slamet Riyadi soal pembentukan pasukan elite ini.

Pada 1951-1956, Kawilarang diangkat sebagai Panglima Komando Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar. Nah saat itu Kawilarang melapor pada Presiden Soekarno bahwa kondisi Makassar sudah aman. Tapi Soekarno malah menunjukkan radiogram yang memberitakan Makassar diserang pasukan KNIL.

Kawilarang mencari Komandan Brigade Mataram Letkol Soeharto yang bertugas menjaga Kota Makassar. Dia kesal melihat anak buah Soeharto malah melarikan diri.

"Lelucon apa ini," kata Kawilarang pada Soeharto. "Plak!" Soeharto pun ditampar.

Saat menjabat Panglima TT III/Siliwangi, Kawilarang merintis pembentukan Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwang bulan April 1951. Kesatuan inilah yang kelak menjadi Kopassus.

Walau merintis pasukan elite tersebut, baru tahun 1999 Kawilarang diterima menjadi warga kehormatan Kopassus. Hal ini baru bisa dilakukan setelah Soeharto lengser.

Kawilarang pernah dianggap bersalah telah menyeberang ke pihak PRRI/Permesta yang saat itu memberontak pada pemerintah Jakarta. Tapi Soekarno kemudian mengeluarkan abolisi walau memberikan sanksi pangkat Brigjen Kawilarang diturunkan menjadi Kolonel. Kawilarang kemudian memilih mengundurkan diri dari TNI. Padahal bersama Nasution, Kawilarang banyak memberikan saran dalam membangun TNI.

Saat Orde Baru, hubungan Kawilarang dan Soeharto tetap kurang harmonis. Soeharto rupanya belum lupa pernah ditempeleng. Maka Kawilarang hidup sebagai pengusaha. Dia meninggal 6 Juni 2000, pada usia 80 tahun. Bapak Kopassus ini dimakamkan di taman makam pahlawan Cikutra, Bandung

Ternyata Polisi tidak Berhak Menilang Kendaraan yang Pajaknya "Mati"

Masih berhubungan dengan artikel sebelumnya tentang penjelasan pembayaran beban denda bagi warga yang telat memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor beberapa waktu lalu.

Salah satu pertanyaan yang kerap dijadikan persoalan oleh masyarakat adalah masih adanya oknum petugas nakal yang berani menilang hanya karena status pajak kendaraan telat/belum dibayar. Lantas apakah penilangan karena pajak yang mati berada di bawah wewenang petugas kepolisian?

Jawabannya adalah tidak.
Polisi tidak berhak melakukan penindakan berupa tilang kepada warga hanya karena status pajak yang ‘nunggak’ atau belum dibayar, karena kewenangan tersebut merupakan milik pihak Dispenda.

Petugas kepolisian hanya bisa menegur/menyarankan untuk segera membayar pajak karena memang tidak ada dasar hukumnya bagi mereka untuk memberi tilang bagi keterlambatan tersebut.

Hal tersebut mengacu pada Undang-undang Lalulintas no.14 Tahun 1992 (ralat: UU Lalu lintas no.22 Tahun 2009. ed), hanya pelanggaran yang menyangkut kelengkapan kendaraan termasuk surat-surat SIM dan STNK yang masih hidup/berlaku, lampu motor, lampu sein, dan seterusnya yang berhak ditindak oleh polisi dengan cara menilang.

Sementara pajak kendaraan bermotor sendiri termasuk dalam pajak provinsi sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah dan diatur dalam 34 Tahun 2000 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Kombes Pol. Sam Budigusdian sendiri pernah mengatakan “Pajak kewenangan ada di Dispenda. Ada sanksi administratif sendiri, seperti denda kalau telat membayar pajak, bukan tilang sanksinya,” dikutip dari Divisi Humas Mabes Polri.

Contoh kasus semisal si pengendara yang telat membayar pajak ini terkena razia di jalan umum namun semua surat dan kelengkapan kendaraan telah dipenuhi, polisi tidak bisa dan tidak berhak memberikan tilang.
Jikalau si oknum masih terus ngotot, Anda berhak menanyakan pasal dan nama si oknum hingga melaporkannya kepada yang berwenang dalam bentuk komplain resmi.

Jadi, tolong sebarkan artikel ini kepada semua temanmu, supaya mereka juga tahu aturan yang berlaku.

http://www.hariankabar.com/2016/05/ternyata-polisi-tidak-berhak-menilang.html

Kivlan Zen Membongkar Media Metro TV dan Tempo Corong Komunis Dan Kampus UIN Banyak Disusupi Komunis... Benarkah?

“Ini dimulai tiga tahun lalu majalah Tempo mengungkap semuanya, Wah ini bahaya nih. Metro melawan lupa, ujungnya kan komunisme dibangkitkan, ini Metro TV, nih corongnya Komunis, termasuk majalah Tempo” ungkap Kivlan Zen saat mengisi kajian di Joglo Ar Rohmah, Bratan, Pajang, Laweyan, Solo, Senin (23/5/2016).

Hal ini terkait kasus Pulau Buru, menurut Kivlan Zen kasus Pulau Buru yang tadinya Suharto mengamankan agar tidak terjadi kerusuhan, justru sekarang dibalik faktanya oleh majalah Tempo maupun Metro dengan memberitakan bahwa Suharto sebagai dalangnya. Kivlan Zen menilai bahwa pemberitaan kedua media tersebutlah yang membuat massa pendukung komunis mulai bergerak.

“Inilah mulai bergeraknya massa, berani mereka sekarang, pakai lambang Palu Arit itu di Sampang  photo-photo PKI masuk trus ditangkap tapi dilepaskan. Di Jember pasang Palu Arit semuanya didepan kampus UIN. Sekarang UIN itu isinya apa? UIN di Indonesia itu sekarang banyak orang komunis”tegasnya.

Kivlan Zen bahkan menyayangkan adanya paham komunis sekarang telah masuk ke kampus yang justru seharusnya mengajarkan ilmu agama islam. Paham komunis semakin hidup dengan pemikiran liberal dan demokrasi sehingga menjadikan UIN di seluruh Indonesia sudah terpengaruh.

“Masak di UIN  Jakarta tertulis “Kampus Bebas Tuhan”, kampus yang seharusnya mengajarkan agama Islam dengan laa ilaa ha illallah, kok jadinya kampus bebas Tuhan, semua UIN, UIN Semarang LGBT boleh kata doktornya wah kacau ini, UIN Jogja sama”tandasnya.

Tidak hanya di kampus lebih parah lagi, menurut Kivlan Zen paham komunis juga telah menyusup di pesantren-pesantren.

Sumber: panjimas

PAHLAWAN NASIONAL

Buka mata buka hati, jika saudara bangsa Indonesia sejati, Ketahuilah bagaimana Soeharto mempunyai peran yang sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan. Serangan umum misalnya.
Terlalu banyak peran beliau untuk disebutkan.
Hanya PKI, orang buta sejarah, atau yang tidak menggunakan logika yang membenci beliau.
Sadarlah wahai bangsa Indonesia

Panglima TNI: ingat pesan Sukarno, kekayaan RI bikin iri dunia

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengharapkan kepala daerah tidak hanya sibuk mengurus menang kalah di Pilkada Serentak demi mempertahankan kekuasaan. Mereka harus waspada dengan ancaman perang kekinian lewat berbagai saluran, salah satunya opini di berbagai media baik media sosial maupun media massa bernada mengadu domba.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Angkatan ke-II, hasil Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2015.

"Para elite harus bersatu bersama pemerintah mulai dari daerah sampai pusat, tidak mungkin daerah sendiri-sendiri. Jangan berwacana, ribut dan saling berperang dengan pemerintah. Harusnya bersatu dan utamakan karya. Perang di manapun sekarang berlatar belakang ekonomi. Maka wujudkan kedaulatan ekonomi," katanya di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (27/5).

Pihaknya berupaya melakukan komunikasi dengan kepala daerah sebagai mitra untuk menghadapi ancaman di daerah. Yakni ancaman hilangnya ketersediaan lahan untuk pertanian, kerusakan hutan yang berpotensi mengganggu sumber air dan kualitas udara.

Sebab setelah energi fosil habis, ada ancaman peperangan berpindah ke wilayah ekuator. Karena hanya di ekuator pertanian bisa dilakukan sepanjang tahun ini artinya ketahanan pangan akan terjaga. Karena itulah, seluruh bangsa di dunia akan berusaha untuk menguasai wilayah ekuator.

"Presiden Soekarno pernah mengingatkan kekayaan alam Indonesia akan membuat iri dunia. Sekarang sudah menjadi kenyataan. makanya Presiden Jokowi ingatkan, kaya akan SDA justru akan menjadi petaka. Yang konflik semuanya adalah kaya akan minyak, setelah minyak habis, akan lari ke kita. apakah 2043 anak-anak kita akan hidup layak? Kalau bapak ibu di daerah cm tidur saja, anak-anak akan susah. ini ancaman," ujarnya.

Gatot menambahkan, pemimpin dunia berusaha merebut Indonesia dengan model peperangan kekinian yakni merusak budaya, tanam modal, dan terakhir kuasai Indonesia dengan invasi.

"TNI selalu berkoordinasi dengan Polri memetakan bupati mana saja yang punya ide merusak bangsa ini. Saya sudah minta staff saya merekam semuanya. Banyak negara-negara, Indonesia ini suatu harapan," tutupnya.

GIAT TARKORNA XIV (III)

TARKORNA NASIONAL XIV GM FKPPI DI MAKO KOBANGDIKAL BUMIMORO TNI - AL SURABAYA