Cari Blog Ini

Panglima TNI: ingat pesan Sukarno, kekayaan RI bikin iri dunia

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengharapkan kepala daerah tidak hanya sibuk mengurus menang kalah di Pilkada Serentak demi mempertahankan kekuasaan. Mereka harus waspada dengan ancaman perang kekinian lewat berbagai saluran, salah satunya opini di berbagai media baik media sosial maupun media massa bernada mengadu domba.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Angkatan ke-II, hasil Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2015.

"Para elite harus bersatu bersama pemerintah mulai dari daerah sampai pusat, tidak mungkin daerah sendiri-sendiri. Jangan berwacana, ribut dan saling berperang dengan pemerintah. Harusnya bersatu dan utamakan karya. Perang di manapun sekarang berlatar belakang ekonomi. Maka wujudkan kedaulatan ekonomi," katanya di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (27/5).

Pihaknya berupaya melakukan komunikasi dengan kepala daerah sebagai mitra untuk menghadapi ancaman di daerah. Yakni ancaman hilangnya ketersediaan lahan untuk pertanian, kerusakan hutan yang berpotensi mengganggu sumber air dan kualitas udara.

Sebab setelah energi fosil habis, ada ancaman peperangan berpindah ke wilayah ekuator. Karena hanya di ekuator pertanian bisa dilakukan sepanjang tahun ini artinya ketahanan pangan akan terjaga. Karena itulah, seluruh bangsa di dunia akan berusaha untuk menguasai wilayah ekuator.

"Presiden Soekarno pernah mengingatkan kekayaan alam Indonesia akan membuat iri dunia. Sekarang sudah menjadi kenyataan. makanya Presiden Jokowi ingatkan, kaya akan SDA justru akan menjadi petaka. Yang konflik semuanya adalah kaya akan minyak, setelah minyak habis, akan lari ke kita. apakah 2043 anak-anak kita akan hidup layak? Kalau bapak ibu di daerah cm tidur saja, anak-anak akan susah. ini ancaman," ujarnya.

Gatot menambahkan, pemimpin dunia berusaha merebut Indonesia dengan model peperangan kekinian yakni merusak budaya, tanam modal, dan terakhir kuasai Indonesia dengan invasi.

"TNI selalu berkoordinasi dengan Polri memetakan bupati mana saja yang punya ide merusak bangsa ini. Saya sudah minta staff saya merekam semuanya. Banyak negara-negara, Indonesia ini suatu harapan," tutupnya.

Tidak ada komentar: