Cari Blog Ini

PAKAIAN DINAS LAPANGAN (PDL) NKRI

 
Jangan merasa aneh jika suatu saat melihat seorang prajurit TNI AD mengenakan seragam yang satu ini. 

Warna dasar tetap loreng hijau cokelat namun motifnya berupa kotak-kotak kecil (pixel) yang dikerjakan menggunakan digital effect. 

Ya, inilah seragam resmi terbaru milik prajurit TNI AD yang siap mengganti uniform lama.
Pakaian dinas lapangan (PDL) baru tersebut secara resmi mulai diluncurkan Kamis, 25 Juli 2013.

Seragam yang lama masih tetap di pergunakan selama masa transisi ini sembari menunggu distribusi PDL baru dari dari pusat.

“Militer negara lain sudah memiliki ciri khas tersendiri, tentara Indonesia kini juga memiliki identitas sendiri dengan loreng baru tersebut” 
tegas Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Letkol (Arh) Ananta Wira saat meluncurkan seragam baru tersebut bagi prajuritnya dalam apel pasukan di halaman kodim setempat pagi tadi.

Menurutnya motif pixel sengaja dipilih agar lebih dinamis mengikuti perkembangan jaman.

Sementara warna dasar hijau cokelat tetap dipertahankan sesuai warna kebesaran militer yang menyatu dengan alam untuk memudahkan kamuflase.

Ia menegaskan sesuai dengan perintah komando atas, seluruh prajurit Kodim Yogyakarta hari ini telah mulai mengenakan seragam baru tersebut. 

Rencana pemakaian PDL baru ini akan di gunakan pada waktu ‘Minggu Militer’ yaitu hari Senin dan Selasa.

DIFINISI TERORISME


Mengingat banyaknya sobat  yang menanyakan definisi Terorisme dengan ini akan kita sampaikan definisi terorisme sesuai dengan RUU Terorisme yang sudah disepakati DPR dan Pemerintah

Menurut RUU yang dimaksud, Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif politik, ideologi, atau gangguan keamanan

Jadi pada dasarnya, siapapun yang melakukan perbuatan atau tindakan yang menggambarkan penjelasan diatas dapat dikategorikan sebagai bentuk tindakan atau perbuatan terorisme

Sedangkan pelaku terorisme sendiri bisa siapa saja tanpa kenal batasan agama atau golongan. Selain itu pelakunya juga bisa individu maupun kelompok

Repost from : @infokomando 

HIPAKAD MENGHADIRI RAKERNAS PERSATUAN PURNAWIRAWAN ANGKATAN DARAT (PPAD)

Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019

Ketum Hariara Tambunan dan DPP Hipakad Menghadiri Rakernas PPAD Dengan Thema, 

"Melalui Rakernas PPAD tahun 2019, Kita Sukseskan Pemilu April 2019 Dalam Rangka Memelihara Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Guna Tetap Tegaknya NKRI Yang Berdasarkan PANCASILA Dan UUD 1945"

 
 



BAGAIMANA MELIPAT GANDAKAN KESUKSESAN


01.   Sadarilah bahwa keyakinan kuat akan menggerakkan kekuatan dalam diri Anda untuk membuat keinginan Anda terwujud.

02.   Jika yang Anda pikirkan adalah keraguan, Anda akan gagal. 

03.   Jika yang Anda pikirkan adalah kemenangan, Anda akan sukses. 

04.   Karena itu pikirkan hanya kesuksesan.

05.   Duplikasi apa yang baik dari orang-orang yang memimpin Anda. 

06.   Belajarlah dari tindakan-tindakannya. 

07.   Perhatikan dirinya.

08.   Pelajari tentang dirinya.

09.   Jangan berusaha mencari keburukannya karena tak ada manusia yang sempurna. 

10.   Fokus pada hal baik untuk ditiru. 

11.   Hormati apa yang baik darinya, namun jangan memujanya. 

12.   Yakinlah Anda sanggup melebihinya. 

13.   Yakinlah Anda mampu melampauinya. 

14.   Orang-orang yang menganggap dirinya nomor dua akan senantiasa menjadi orang nomor dua.

Semoga Anda semakin Sehat dan Kaya Raya Kebahagiaan.

Dicopas dari berbagai sumber.

SOSIALISASI PEMILU 17 APRIL 2019



Pada Hari RabuTanggal 17 April 2019 kita akan mengikuti Pemilu Legislatif (Pileg) dan sekaligus bersamaan dengan Pemilu Presiden (Pilpres).

Di dalam Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kita akan diberikan 5 (lima) buah Kertas Suara untuk dicoblos masing-masing sekali,

dengan warna Kertas Suara yang berbeda, yaitu sebagai berikut :

1). Kertas Suara warna Abu-abu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.


2). Kertas Suara warna Kuning untuk memilih DPR RI.


3). Kertas Suara warna Merah untuk memilih DPD RI.


4). Kertas Suara warna Biru untuk memilih DPRD Provinsi.


5). Kertas Suara warna Hijau untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten. 


Tolong kita sosialisasikan kepada seluruh keluarga kita, para tetangga / warga, dan masyarakat lainnya, supaya jangan salah mencoblos pilihan dan mengurangi Suara Tidak Sah.


Terima kasih


Share ke semua medsos kita, a
gar masyarakat tahu.

SUSUNAN DEWAN PENGURUS PUSAT HIPAKAD


KETUA UMUM : HARIARA TAMBUNAN  SE. SH. MM.

KETUA   I        : JOHANES  RATAG

KETUA   II       : TUNGGUL SIMATUPANG A.Md. B.BA

KETUA   III      : LUCKY  FERLIZA

KETUA   IV      : ALEXANDER  SABARINO

KETUA   V       : HERAWATI  SH.

KETUA   VI      : ALAMSYAH HOED

KETUA   VII     : N. ALAMSYAH

KETUA   VIII    : DR. HIMAWAN HARIYOGA Msc.

KETUA   IX      : ARHIEF MANSYUR

KETUA   X       : HAMKA YANDHU


SEKRETARIS  JENDERAL : ETTY SUPRIATY 

SEKRETARIS   I     : DACHRI FATTAH

SEKRETARIS   II    : BUDIANTO

SEKRETARIS   III   : TITOF M. TAUFIK HERLAMBANG SE.

SEKRETARIS   IV   : LUCYANA TOPIT

SEKRETARIS   V    : M. AGUS MIFTAH

SEKRETARIS   VI   : SHANDY MANDELA SIMANJUNTAK

SEKRETARIS   VII  : SUKMAWATI

SEKRETARIS   VIII : H. NADRIN NADJIB

SEKRETARIS   IX   : CHITRA MUKSIN

SEKRETARIS   X    : YONGKI JONACTA


BENDAHARA UMUM : YUDHATAMA RAMADHAN PG.

BENDAHARA    I    : ENDANG SETIARDI

BENDAHARA    II   : ATY SUWARTI

BENDAHARA    III  : Ir. TONY ABDULLAH

BENDAHARA    IV  : SONNY HAMID

BENDAHARA    V   : TOGU PANE


DEPARTEMEN-DEPARTEMEN DPP HIPAKAD :


ORTA DAN KADERISASI :

1. SABIL SYAHAR

2. RANI ANGGRAINI

SOSIAL :

1. DR. MARISI

2. MANARA SIMANGUNSONG

KERJASAMA ANTAR PEMUDA :

1. ANTONIUS FOFID

2. ERRY RIZKI RACHMAN SH.

KEROHANIAN :

1. WIWIE WIDYARTI SADELI SE.

2. BUDI SATRIA DEWANTORO

MEDIA DAN TEHNOLOGI INFORMASI :

1. MASWIDHI YANIE

2. FERIAL AKBAR

PENDIDIKAN DAN KETENAGA KERJAAN :

1. DIDIK SULIANTO

2. DELAS RIZVANO BUSTOMI  ST.

OLAH RAGA :

1. SUHERMAN

2. AGUNG PRATIKNO

KESENIAN DAN WISATA :

1. SRI ASTUTI

2. ARYA KUSUMA

PERANAN WANITA :

1. TATI RATNA

2. RITHA HELENA DEBORA  S.

BELA NEGARA :

1. DODDY KOESWADI

2. Ir. BANGUN SILITONGA

HUKUM DAN HAM :

1. MACHMUD PERMANA SE. MH.

2. A. Y. FIRDAUS SH. MH.

KOPERASI DAN WIRA USAHA :

1. JULI BUDI HARTONO

2. B. AGUS HERNOMO ADDY

PEMBERDAYAAN DAERAH :

1. BUDI SANTOSO SH.

2. ENI RISMAWATI SPd.

SURAT PERINTAH SEBELAS MARET


#supersemar #sejarah #jasmerah 

HADIAH RP 1 MILIAR MENANGKAP PENGHINA KOPASSUS YANG GUGUR BERPERANG MELAWAN KKB PAPUA


Sayembara dengan hadiah Rp 1 Miliar menangkap penghina Kopassus yang gugur melawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Diketahui, hadiah Rp 1 miliar menangkap penghina Kopassus dilontarkan langsung oleh pemilik akun Facebook Andhre Marozz yang juga sebagai pelaku penghina Kopassus tersebut.

Pemilik akun Facebook Andhre Marozz bikin menarik perhatian warganet dan mengecam atas hinaan hingga dia menggelar sayembara hadiah Rp 1 miliar menangkap penghina Kopassus tersebut.

WartaKotaLive melansir Surya.co.id, hadiah Rp 1 Miliar untuk menangkap pemilik akun penghina Kopassus gugur lawan KKB Papua.

Pengguna akun Facebook menantang akan memberikan hadiah sebesar Rp 1 miliar untuk menangkap dirinya yang telah menghina prajurit kopassus gugur di Facebook.
Sikap sombong itu dilontarkan oleh pemilik akun Facebook Andhre Marozz.

Akun tersebut telah memantik kemarahan netizen di tengah suasana duka yang dialami prajurit TNI dan Kopassus melawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Sontak, tulisan Andhre Marozz tersebut membuat netizen marah karena bernuansa menghina.

Bagi netizen yang bersimpati atas perjuangan Prajurit Kopassus tersebut, mereka tentu marah atas apa yang dilakukan oleh Andhre.

Beberapa akun Facebook secara terang-terangan menyatakan akan mengejar pemilik akun Andhre Marozz untuk membuat perhitungan.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Hadiah Rp 1 Miliar Menangkap Penghina Kopassus yang Gugur Berperang Melawan KKB Papua, 

http://wartakota.tribunnews.com/2019/03/12/hadiah-rp-1-miliar-menangkap-penghina-kopassus-yang-gugur-berperang-melawan-kkb-papua.

TOLAK BERUNDING DENGAN PBB, KINI TNI KIRIM 600 PRAJURIT HADANG OPM

Potensi ancaman dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua makin meningkat. Beberapa hari lalu, tiga prajurit TNI gugur diberondong peluru pasukan yang biasa dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu.

Karena itu, untuk mengamankan kondisi di Papua, TNI mengirim 600 pasukan tambahan. Mereka akan ditugaskan untuk menjaga pembangunan jalan Trans Papua dari Wamena sampai Mumugu.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menjelaskan, pasukan tambahan tiba di Timika pada Sabtu (9/3). Namun, mereka belum bisa digerakkan ke lokasi pembangunan jalan Trans Papua.

”Kita masih melihat pasang surut situasi,” ungkap dia saat diwawancarai Jawa Pos.

Situasi yang dimaksud Aidi adalah menyangkut kondisi cuaca. Dia menyampaikan, pihaknya tidak bisa memaksakan diri mengirim pasukan dengan cuaca di Timika saat ini. Sebab, medan yang mereka lalui berat.

"Rencananya dari Timika pasukan tambahan berjumlah 600 personel dikirim ke Nduga lewat Asmat. Mereka akan lewat sungai sampai Nduga. Setelah itu melalui perjalanan darat ke lokasi pembangunan jalan Trans Papua," terangnya.

Data yang dia miliki menyebutkan ada sekitar 21 jembatan yang harus diawasi oleh prajurit TNI. Semuanya berada di jalan Trans Papua yang membentang dari Wamena sampai Mumugu.

Apabila kondisi cuaca sudah memungkinkan, Aidi mengungkapkan bahwa 600 prajurit itu akan mulai digerakkan Senin (11/3). ”Perjalanan bisa tiga hari,” beber Aidi.

Lebih lanjut Aidi juga meminta kepada seluruh prajurit tersebut, Kodam XVII/Cendrawasih sudah meminta agar mereka lebih waspada. Mengingat potensi ancaman masih ada. Meski sebagian besar wilayah Nduga sudah dikuasi oleh TNI dan Polri. Namun KKSB masih kerap melancarkan aksi.

Terakhir mereka baku tembak dengan Satgas Penegakan Hukum yang sedang membuka jalan untuk ratusan pasukan tambahan masuk ke Nduga. Dalam baku tembak tersebut, tiga anggota TNI AD gugur.

Sedangkan dari pihak KKSB, Aidi menyebut ada tujuh sampai sepuluh anggota KKSB meninggal dunia. Mengingat potensi ancaman yang masih ada, pasukan tambahan yang sudah berada di Timika di minta ekstra waspada.

Sementara Juru Bicara TPNPB – OPM Sebby Sambom menuturkan, pernyataan pemerintah Indonesia bahwa ada 10 anggota TPNPB – OPM yang meninggal dunia dan merampas tujuh pucuk senjata tidaklah benar.

Dia mengklaim, senjata yang dipakai TPNPB – OPM justru bertambah empat pucuk. Karena mendapat rampasan dari TNI. ”Itu yang terjadi,” ujar Sebby dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, perang gerilya yang dilakukan akan terus terjadi. Kecuali, pemerintah Indonesia mau berunding dengan di tengah  Persatuan Bangsa - Bangsa (PBB).

Sumber : jawapos

PEMIMPIN SEPERTI ALAT VITAL

JADILAH PEMIMPIN SEPERTI ALAT VITAL LAKI

Pakar management Universitas Indonesia (jurusan psikologi anatomis) berkata :

Jika ingin menjadi pemimpin yang baik dan sukses, maka belajarlah dari Alat Vital Laki-laki,

1.  Tidak pernah menonjolkan diri, tapi selalu tampil paling depan saat dibutuhkan.

2.  Ada saatnya keras, ada pula saatnya lembut (menahan diri, tahu situasi).

3.  Dapat melahirkan generasi penerus baru.

4.  Bisa "menyerang" pihak lawan dengan tetap memberi kenyamanan.

5.  Walau terjadi gesekan - gesekan antara kedua belah pihak, namun pada akhirnya semua happy.

6.  Setelah sukses mencapai target, posisi dan kedudukan tidak berbesar kepala atau sombong, namun selalu mengecilkan diri.

SEMOGA BERMANFAAT 😁 😉 🙏


#motivasi #refleksi #indonesiacerdas


DEKLARASI PEMILU DAMAI TAHUN 2019



#pemilu2019 #pemilu2019amandamaisejuk #antihoax #antisara #pemiludamai #hipakad #fkppi #kbppp #pemudapancasila

APAKAH PANTAS TNI YANG MENGORBANKAN DIRI MEMPERTAHANKAN NKRI DI HINA

    Disaat rekan-rekan kami di ujung Papua sana berjuang sampai mengorbankan nyawanya demi NKRI, disaat itupula ada orang-orang yang dengan kecerdasannya mengatakan seperti demikian.

    Sudahlah pak Kalau memang TNI tidak pantas untuk merespon hinaan-hinaan yang selama ini kami dapat, maka hinalah kami sepuas kalian. Dan kami berjanji tidak akan membalas hinaan tersebut.

    Andai bapak pernah menjadi bagian dari kami, mungkin anda akan tahu arti sebuah Kehormatan.

    Kami sedang berduka atas gugurnya rekan kami yang sedang melaksanakan tugas. Lebih baik kami fokus mendoakan Almarhum. Dan Semoga Almarhum sebelum wafatnya, tidak pernah mendengar kata-kata yang telah anda ucapkan ini.

SENGIT!!!... Debat John Muammad vs Kivlan Zen Tentang Penghinaan TNI.


Repost :
@para_petarung
@tnilovers18


Sumber : Youtube


STOP SEBARKAN HOAX, ISU SARA, UJARAN KEBENCIAN


#polripromoter #polrihumanis #informasipolri #polrinow #satgasnusantara

@multimedia.humaspolri

Repost : @divisihumaspolri

KELUARGA BESAR TNI AD BERDUKA CITA

Turut berduka cita atas gugurnya Para Kusuma Bangsa -Selamat Jalan Pahlawanku- “Pengorbananmu untuk Kehormatan Rakyat dan Bangsa Indonesia Tidak Akan Pernah sia-sia”


#TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Repost : @tni_angkatan_darat 

DIALOG ORASI ROBERTUS ROBET DENGAN ARIF BAWONO

Hotel Bidakara, Jakarta, 02 Maret 2019.




WAKAPOLRI MENJADI KEYNOTE SPEAKER DALAM DISKUSI NASIONAL

Wakapolri, Komjen Pol. Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H., menjadi keynote speaker dalam acara diskusi interaktif Nasional, dengan Tema “Merangkul Kebersamaan Demi Terjaganya Keutuhan NKRI.”

Sekaligus melaksanakan Deklarasi Pemilu Damai Anti Hoax untuk ciptakan Kamtibmas saat Pemilu 2019 aman dan damai

BERSAMA POLRI CIPTAKAN PEMILU 2019 AMAN DAN DAMAI



Diskusi Interaktif Nasional dan Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Hoax, Ujaran kebencian, Tanpa Isu Sara mengambil tema Merangkai kebersamaan dan terjaganya Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Wakapolri (Komjen Ari Dono), dan berbagai organisasi maupun mahasiswa.

Ketua Umum KBPPP (Keluarga Besar Putra Putri Polri) A. H. Bimo Suryono SE. SH, berharap dalam pertarungan dalam Pemilu 2019 berlangsung damai, fair, tanpa ujaran kebencian dan tanpa hoax.

Kalau kita tidak mewaspadai, maka kita khawatirkan akan melenceng daripada demokrasi itu sendiri, ini kan pemilihan Presiden Pesta Demokrasi, bukan perang sesama kita warga bangsa, apalagi perang agama,” ujar Bimo.

Indonesia adalah negara demokrasi terbesar dengan kebhinekaan yang sangat luas. Jadi, kami menginginkan, pemilu itu berjalan damai, tandasnya.

Menurutnya, Pemilu Damai, yang tidak mengandung kebencian, anti hoax dan sebagainya adalah cita-citanya. Soal pilihan, kita serahkan kepada masing-masing (pemilih), ungkap Bimo.

Ia mengingatkan kembali bahwa potensi disentregasi bangsa jadi besar jika bangsa Indonesia memandang Pemilu ini  adalah akhir segala-galanya.

Ini pesta demokrasi, si A atau si B kedua-duanya adalah Putra terbaik bangsa. Jadi yang kita jaga adalah persatuan dan kesatuan di antara kita.

Salah satunya adalah kita mengadakan Fokus Diskusi dengan kita mengundang Wakapolri yang berkenan hadir dan beliau sudah mengingatkan pada kita semua, ungkapnya.

“Sekali lagi Pemilu ini adalah pesta demokrasi untuk kita, bukan kita kemudian menjadi lawan dan kita adalah mengutamakan pertemanan, persahabatan sesama,” tegas Bimo dengan semangat.

Giat Diskusi Interaktif Nasional dan Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Hoax, Ujaran kebencian, Tanpa Isu Sara ini di hadiri pula oleh HIPAKAD (Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat).

"Semoga semua masyarakat Indonesia tidak terpancing isu-isu memecah belah NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika", Ungkap Ketum HIPAKAD Hariara Tambunan SE. SH. MM.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

#polripromoter #polrihumanis #pemilu2019 #pemilu2019amandamaisejuk 
#kbppp #hut16 #antihoax #antisara #pemiludamai #hipakad #hipakadjaya #hipakadnkri #hipakadbekasiraya #hipakadtarumajaya #menujuanakkolongsejaterah


@multimedia.humaspolri 

@official_wakapolri