Cari Blog Ini

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Salam Komando: Jakarta Aman!

Jumat 02 Dec 2016, 11:04 WIB
Aksi Damai 2 Desember

Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Massa aksi 2 Desember sudah sudah memadati kawasan silang Monas, Jakarta Pusat untuk mengikuti doa, zikir dan salat Jumat berjamaah. Suasana di sekitar mimbar di kawasan Monas begitu khusyuk.

Aparat polisi dan TNI bersiaga penuh. Kawasan sekitar Monas hingga jalur protokol Jalan Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) padat merayap.

Sementara akses dari HI ke Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sudah ditutup. Ruas Jalan MH Thamrin hingga Bundaran Patung Kuda (Patung Arjuna Wiwaha) sudah dipenuhi massa yang melaksanakan doa bersama.

Sejak pagi, aparat polisi sudah berjaga di pos masing-masing. Bahkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan juga sudah berkeliling Jakarta untuk memantau keamanan.

Setelah mengecek situasi di kawasan DPR/MPR RI, Kapolda kembali ke Monas dengan menggunakan mobil Komodo TNI. Begitu turun dari atas mobil, Iriawan disambut Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana.

Kedua jenderal bintang dua ini pun bersalam komando. "Jakarta aman...Jakarta aman!" teriak kedua jenderal tersebut. (mei/dhn)

Pemuda Sebagai Pemersatu Bangsa dalam Aksi Nusantara Bersatu

Written By portal komando on 30 Nov 2016 | 7:12 PM

JAKARTA, (Puspen TNI). Jutaan rakyat Indonesia dari berbagai elemen bangsa bersama-sama dengan prajurit TNI-Polri diseluruh wilayah Indonesia, secara serentak mengikuti Aksi Nusantara Bersatu dengan melakukan doa bersama demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, turut serta mengikuti acara Nusantara Bersatu dengan tema “Nusantara Bersatu, Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu, Indonesia Milik Kita Bersama, Bhinneka Tunggal Ika”, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).
Turut hadir pada acara tersebut, diantaranya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Pangdam Jaya Mayjen Teddy Laksmana, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Irawan, Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono, Pimpinan Majelis Rasulullah SAW Jakarta Habib Nabil, Yeni Wahid dan para Tokoh Lintas Agama.
Aksi Nusantara Bersatu dimulai pada pukul 08.00 pagi secara serentak diseluruh Indonesia, yang dilaksanakan dilapangan terbuka dengan memakai ikat kepala Merah Putih, diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya tarian masing-masing daerah, pembacaan puisi, display drum band, pawai kendaraan, orasi kebangsaan dan ditutup dengan doa bersama, berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Kegiatan ini juga untuk menunjukkan pada dunia bahwa, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, solid dan bermartabat karena kemajemukannya.
Kegiatan Nusantara Bersatu yang diikuti dari berbagai agama, suku dan ras, menunjukkan bahwa rakyat Indonesia tidak mudah dipecah belah dan bersatu padu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai penggagas kegiatan Nusantara Bersatu mengatakan bahwa Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu, Indonesia Milik Kita Bersama, dari Sabang sampai Merauke, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar dan dalam tubuh rakyat Indonesia mengalir Jiwa Patriot dan Kesatria.
“Indonesia adalah bangsa yang besar dan paling makmur, itu karena anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT,” ucapnya. Menurut Panglima TNI, kesuksesan Nusantara Bersatu yang digelar diseluruh Indonesia memperlihatkan keindahan Indonesia melalui Bhinneka Tunggal Ika.
“Hal tersebut dibuktikan, hanya dalam waktu dua hari sejak digagas, semuanya bersatu dan bersama-sama menyumbangkan apa yang bisa diberikan untuk mewujudkan Nusantara Bersatu,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI mengatakan, mari kita bersama-sama berjuang dan bergandengan tangan untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Jangan biarkan Ibu Pertiwi menangis namun buatlah Ibu Pertiwi tersenyum, agar kita semua bahagia dan bisa bersatu untuk meraih mimpi menjadikan bangsa Indonesia yang besar,” katanya. Pada kesempatan yang baik ini, saya selaku Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia, pejabat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, adik-adik pelajar dan seluruh anak bangsa yang menyelenggarakan kegiatan Nusantara Bersatu. @ATR
 

Jelang Demo 212, Polisi Tangkap 10 Orang, Ini Daftarnya!

Jum'at, 02 Desember 2016 , 08:42:00

JPNN.com JAKARTA - Selain Rachmawati Soekarnoputri, ada 9 orang lainnya juga ditangkap polisi jelang aksi demo 212 di Jakarta, Jumat (2/12) dini hari.

Informasi ini begitu santer. Bahkan Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra pun turut berkomentar di akun twitternya beberapa saat yang lalu. 
Yusril mengatakan siap mendampingi.
"Saya katakan kepada Bu Ratna saya dampingi beliau sebagai lawyer, begitu juga tokoh2 lain yang diambil polisi pagi ini," kicaunya.

Namun sejauh ini, belum ada informasi resmi dari kepolisian. Pihak Polda Metro Jaya belum bisa dikonfirmasi terkait alasan penangkapan.
(boy/JPG)
Berikut informasi dugaan tokoh yang ditangkap:

1. Ahmad Dhani pasal 207 KUHP ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific

2. Eko pasal 107 jo 110 kuhp jo 87 KUHP di rumahnya perum Bekasi Selatan

3. Adityawarman pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP ditangkap di rumahnya
 
4. Kivlan Zein pasal 107 jo 110 kuhp jo 87 kuhp ditangkap dirumahnya komplek Gading Griya Lestari blok H1 -15 jalan Pegangsaan Dua

5. Firza Huzein pasa 107 jo 110 kuhp jo 87 ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, jam 04.30
 
6. Rachmawati Soekarnoputri ditangkap di kediamannya, jam 05.00
 
7. Ratna Sarumpaet ditangkap dikediamannya, jam 05.00
 
8. Sri Bintang Pamungkas, telah ditangkap di jediamannya di Cibubur saat ini otw ke Mako Brimob  Ditangani Krimsus.
 
9. Jamran UU ITE, diamankan di Hotel Bintang Baru Kamar 128 dipimpin oleh AKBP Iman Setiawan Kasubdit Indag.
 
10. Rizal kobar UU ITE , ditangkap di samping SEVEL Stasiun Gambir Jakpus pada tanggal 2 Des 2016 Pkl . 03.30 wib.

FKPPI Kerahkan 875 Anggota dalam Aksi Nusantara Bersatu

KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 09:56 WIB

Jakarta, JURNALMEDIAIndonesia.com - Ketua Harian FKPPI (Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI – Polri) DKI Jakarta, Boy Bawono Hadiri kegiatan Aksi Nusantara Bersatu yang dipusatkan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016). Turut hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain itu turut juga hadir siswa-siswi SMP sampai universitas, tokoh lintas agama, budayawan, pejabat publik, musisi, artis, dan lain sebagainya.

Pengurus Daerah IX FKPPI DKI Jakarta mengerahkan 875 anggota dalam aksi Nusantara bersatu.
Boy mengatakan bahwa aksi ini atas undangan Pembina FKPPI, Panglima Kodam Jaya maupun kapolda Merto jaya, FKPPI diminta bergabung bersama element masyarakat di nusantara bersatu.

Seluruh element bersatu benyatakan sikap bahwa Indonesia memiliki semboyan bhineka tunggal ika, punya semangat yg sama, bahwa Indonesia adalah kita, Indonesia milikku Indonesia milikmu. Kita sama sama saling menjaga, jangan dikotori dengan kekerasan.

FKPPI diminta agar menjaga wilayahnya masing – masing, Fkppi yakinkan tidak akan hadir pada 212 nanti (2Desember 2016 nanti).

Boy berharap agar selesai aksi 212 Indonesia harus lebih nyaman, aman. Indonesia harus punya sikap yang sama.

“Ada 2 (dua) hal sikap yang sama Bangsa Indonesia, yaitu satu Rasa kejujuran memiliki bangsa, Dua Optimis membangun bangsa,” tegas Boy Kepada JMI.

Saat disinggung mengenai permintaan sebagian masyarakat agar Ahok ( Basuki Cahaya Purnama) di tahan/penjarakan setelah di nyatakan menjadi tersangka kasus penistaan agama, Boy berpendapat bahwa ini sudah bagian dari proses hukum. Biarlah hukum yang berjalan sesuai irama dan kondisinya, jangan campur adukan masalah hukum dengan masalah politik.

Keputusan Ahok di tahan atau tidak, Boy percaya bahwa pihak penegak hukum dalam hal ini Polri dan Kejaksaan akan profesional. Keputusan nantinya seperti apa, biarlah momentum yang bersama.

Kapuspen TNI : Selama Ini TNI Patuh Pada Hukum Sebagai Panglima

Puspen TNI - Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, bagi prajurit TNI yang melakukan pelanggaran tindak pidana korupsi akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Selama ini prajurit TNI selalu menjunjung tinggi dan patuh pada hukum yang berlaku, karena hukum sebagai Panglima,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos. di Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (1/12/2016).

Lebih lanjut Mayjen TNI Wuryanto menuturkan bahwa, putusan Majlis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor : 23-K/PMT-II/AD/VII/2016 tanggal 30 November 2016, menyatakan terdakwa a.n. Brigjen TNI Teddy Hernayadi, S.E., M.M. terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan hukuman pidana pokok penjara seumur hidup, hukuman tambahan dipecat dari dinas militer Cq. TNI AD dan dituntut uang pengaganti sebesar USD. 12.409.995,71.

“Putusan hakim tersebut telah membuktikan secara sah dan meyakinkan kalau Brigjen TNI Teddy Hernayadi bersalah dalam korupsi anggaran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alusista), hal ini merugikan negara,” ujarnya.

Tentara Nasional Indonesia mendukung apapun keputusan dari Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti) II Jakarta dan tidak melakukan intervensi. “Keputusan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh prajurit, untuk tidak bertindak melakukan pelanggaran sekecil apapun dan Pimpinan TNI tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan oleh oknum prajuritnya,” tegas Kapuspen TNI.

“Putusan hukum yang ditetapkan oleh Hakim Pengadilan Tinggi II Jakarta, merupakan bentuk upaya meyakinkan masyarakat bahwa TNI berkomitmen dan bersikap tegas menegakkan hukum, bagi oknum prajurit TNI yang melakukan pelanggaran,” kata Kapuspen TNI.

Menurut Kapuspen TNI, selama ini pandangan masyarakat terhadap sistem peradilan militer terkesan tertutup dan dapat diintervensi oleh pejabat TNI. “Hari ini membuktikan bahwa tuntutan yang hanya 12 tahun, ternyata dijatuhi keputusan seumur hidup, ini hal yang luar biasa karena TNI memposisikan hukum sebagai Panglima,” tegasnya.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto juga mengatakan, komitmen Pimpinan TNI bahwa keputusan hukum ini, sebagai momentum bersih-bersih TNI dari segala bentuk pelanggaran, apabila ada oknum prajurit TNI yang tetap melakukan pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Upaya yang dilakukan Pimpinan TNI bukan hanya bersih-bersih dari korupsi, namun juga dari semua bentuk pelanggaran, sehingga institusi TNI bisa lebih baik dan profesional,” pungkasnya.