Cari Blog Ini

4 JENDERAL INI PUNYA PRESTASI YANG BIKIN BANGGA RAKYAT INDONESIA

Membicarakan hal-hal yang berbau militer khususnya di Indonesia, rasanya seperti tidak bisa berhenti untuk bangga. Bagaimana tidak, prestasi dan kehebatan angkatan militer kita memang sangat mentereng. Bahkan beberapa nama seperti Den Jaka, Den Bravo, Kopaska dll memang sudah diakui kehebatannya.

Nah, kalau lebih dikerucutkan lagi dari angkatan militer negeri ini. Kita masih bisa berbangga lantaran di sana terdapat jenderal-jenderal yang kiprahnya luar biasa. Terlebih tentang apa yang mereka perjuangkan dan dampaknya bagi rakyat yang memang sangat terasa. Jenderal di Indonesia ini sangat banyak jika dihitung dari masa perjuangan dulu. Semuanya hebat namun hanya beberapa saja yang paling mencolok di antara yang lain.

Nah, berikut adalah jenderal-jenderal yang kiprahnya paling hebat dan sukses bikin bangga rakyat Indonesia.

1. Soedirman

Tampilannya sama sekali tidak perlente, hanya mengenakan pakaian dinas seadanya lengkap dengan pecinya yang lusuh itu. Namun ia begitu dihormati bahkan oleh Soekarno. Ya, sosok ini adalah Jenderal Soedirman. Sang jenderal satu ini bisa dibilang adalah yang terbaik sepanjang sejarah Indonesia berkat perjuangannya yang mati-matian dalam membela bangsa ini.

Membahas kiprah Soedirman maka sudah pasti tentang bagaimana ia menghadapi sekutu yang kembali lagi ke Indonesia setelah Soekarno memproklamirkan kemerdekaan. Banyak sekali perang yang dihadapinya untuk mempertahankan bangsa mulai dari Agresi Militer I dan II, Palagan Ambarawa, dan juga Serangan Umum 1 Maret 1949.

Namun yang paling ikonik dari semua perjuangan ini adalah bagaimana sang jenderal melakukan perang gerilya. Dengan kesehatan yang menurun karena tuberculosis, sang jenderal harus ditandu masuk keluar hutan dan gunung dalam rangka mempertahankan kedaulatan. Soedirman ingin berhasrat untuk terus memimpin perang namun kesehatannya tak memungkinkan untuk itu. Namun hal ini membuat namanya makin harum karena kehandalan strategi yang dilakukannya di balik layar.

Jenderal Soedirman adalah sosok yang keras kepala dan susah diatur menurut elit politik saat itu. Namun hal tersebut justru jadi poin plus dimana berkat kegigihannya Indonesia bisa diakui kedaulatannya. Hingga pada akhirnya perjuangan sang jenderal berbuah manis ketika Belanda sudah benar-benar mengakui kedaulatan NKRI. Sayangnya, ia harus berpulang setelah hanya sebulan merasakan nikmatnya kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya.

2. Abdul Haris Nasution

Sama seperti Jenderal Soedirman, AH Nasution berawal dari seorang guru. Ketika itu ia mengajar di Bengkulu dan Palembang. Ia sendiri besar dengan didikan Islam dari sang ayah yang merupakan anggota Sarekat Islam. Awal mula Nasution masuk ranah militer adalah ketika Belanda melakukan rekrutmen tentara lantaran ketika itu mereka tengah kelimpungan menghadapi Nazi Jerman.

Jabatan Nasution makin naik seiring prestasi yang terus ditorehkannya. Selama karirnya di kemiliteran, Nasution sudah memberikan banyak sumbangsihnya. Dua hal yang paling fenomenal adalah pencetusan dwi fungsi ABRI serta membuat dasar-dasar taktik gerilya. Dua hal ini pada akhirnya membuatnya dipuji dan dihujat. Dwi Fungsi ABRI membuatnya dikecam di masa orde baru sedangkan taktik perang gerilya yang disusunnya menjadi buku pedoman yang dipakai sebagai acuan. Bahkan beberapa negara seperti Amerika dan China ikut mempelajari hal ini.

Kejadian yang tak bisa dilupakan dari sosok AH Nasution adalah ketika ia bisa lolos dari peristiwa G30S. Sayangnya, hal tersebut justru membuat putrinya Ade Irma Suryani dan salah satu ajudannya Pierre Tandean meninggal dunia. Sosok yang sangat sederhana, disiplin dan relijius ini meninggal pada September tahun 2000 lalu.

3. T.B. Simatupang

Namanya jadi jalan di banyak kota besar di Indonesia. Namun jarang sekali yang bisa menjawab ketika ditanya apa saja hal-hal hebat yang pernah ditorehkan jenderal pengganti Soedirman ini.

Simatupang lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya seorang tukang pos sedangkan ibunya hanya wanita rumah tangga biasa. Hidup sederhana ini makin terasa ketika di masa kecilnya Simatupang harus berbagi dengan tujuh orang saudaranya yang lain.

Meskipun lahir di keluarga sederhana, Simatupang mendapatkan pendidikan yang sangat layak. Tercatat ia lulus dari berbagai sekolah dan akademi. Mulai dari HIS di Pemantangsiantar, MULO di Taruntung, dan AMS di Jakarta. Karir kemiliterannya dimulai ketika ia masuk KNIL buatan Belanda dan lulus tepat sekali ketika Jepang mulai menjajah Indonesia.

Tak banyak kiprah Simatupang di masa penjajahan Jepang, namun ketika mempertahankan kedaulatan setelah proklamasi perannya begitu mentereng. Tercatat ia pernah berjuang menghadapi Belanda yang kembali datang setelah Indonesia merdeka. Di usia yang masih sangat muda, ia bahkan sudah menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Perang RI untuk setahun kemudian menjadi Kepala Staf Angkatan Perang RI. Karirnya makin naik ketika ia diangkat sebagai penasihat militer.

Selain karir militer, Simatupang juga aktif di gereja. Selama hidupnya sosok satu ini menjadi orang penting di banyak dewan gereja. Bahkan levelnya sudah mendunia. Tak cuma itu, pada tahun 1969 ia pernah mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Tulsa, Oklahoma.

4. Soeharto

Terlepas dari citra buruk yang ditinggalkannya, sosok Soeharto harus diakui sangat berjasa bagi tumbuh kembang bangsa Indonesia. Tak hanya perannya ketika menjabat sebagai orang tertinggi di negeri ini, tapi juga di kemiliteran. Seperti yang kita tahu, sosok satu ini perannya begitu fenomenal dengan menumpas banyak sekali pemberontakan dan juga perang-perang penting.

Karir kemiliteran Soeharto diawali dari lulusnya ia sebagai yang terbaik Sekolah Militer di Gomgbong, Jawa Tengah. Posisinya makin naik ketika ia konsisten jadi yang terbaik di angkatan militer mana pun. Mulai dari KNIL Belanda sampai PETA-nya Jepang.
Soeharto memang seorang tentara yang cerdas. Ia bisa mengeksekusi instruksi yang diberikannya dengan sempurna. Termasuk instruksi Jenderal Soedirman dalam Serangan Umum 1 Maret yang berhasil merebut kembali Yogyakarta dari Belanda. Namun prestasi paling fenomenalnya adalah ketika ditugaskan dalam pembebasan Irian Barat dan menumpas PKI sampai ke akarnya.

Karirnya sebagai presiden juga tidak terlalu buruk. Di masanya, banyak sekali dilakukan pembangunan-pembangunan serta program-program yang pro rakyat. Keamanan dan ketertiban juga jadi hal yang sangat bisa dirasakan pada zamannya. Sayangnya, dugaan korupsi hingga krisis ekonomi, menyebabkan kejatuhan Soeharto. Selepas turun sebagai pemimpin negara ia pun hidup tenang bersama anak-anaknya. Hingga akhirnya meninggal pada bulan Januari 2008 karena gagal organ multifungsi.

Pujian tertinggi patut disematkan kepada tokoh-tokoh ini. Tanpa mereka, mungkin masyarakat Indonesia tak tahu tentang arti perjuangan. Tanpa mereka pula kita mungkin akan masih merasakan tidak enaknya dijajah bangsa asing. Sehingga tak salah jika ada ujaran yang mengatakan, tak perlu meneladani tokoh-tokoh dunia karena bangsa Indonesia sudah memiliki putra-putra terbaik untuk dijadikan contoh nyata bagi kehidupan.

Harapannya, mudah-mudahan akan lahir tokoh-tokoh hebat seperti mereka di masa depan. Sehingga bangsa ini pun akan makin disegani, tidak dianggap sebelah mata dan ikut pula membawa kebaikan bagi dunia.

Tidak ada komentar: