Cari Blog Ini

Amanat Ketua Umum DPP PEPABRI Pada Peringatan HUT ke-58 PEPABRI

 

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH,

SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEKALIAN ,

OM SWATIASTU,

NAMO BUDDHAYA,

 

YANG SAYA HORMATI  DAN SAYA BANGGAKAN,

WARGA PEPABRI DI SELURUH INDONESIA DI MANA PUN SAUDARA BERADA.

ALHAMDULILLAH, PADA BULAN SEPTEMBER INI, ORGANISASI KITA, TELAH MENGINJAK USIA KE-58 YAITU PADA TANGGAL 12 SEPTEMBER 2017 INI. DALAM USIA YANG TIDAK SINGKAT TERSEBUT,  BERBAGAI PENGALAMAN TELAH KITA LALUI, BERBAGAI HAMBATAN DAN RINTANGAN TELAH DAPAT KITA ATASI, SEHINGGA SAMPAI SASAT INI PEPABRI TETAP KOKOH, KUAT, SOLID, DAN SEBGAI ORGANISASI KEMASYARAKATAN YANG DIAKUI MASYARAKAT INDONESIA.

SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN YANG SAYA HORMATI,

PADA AKHIR 2017 INI ADALAH SAAT YANG MEMPUNYAI ARTI KHUSUS BAGI ORGANISASI KITA YAITU MASA BHAKTI KEPENGURUSAN DPP PEPABRI SEKARANG INI SEGERA BERAKHIR SETELAH 5 TAHUN PENGABDIANNYA, DPP PEPABRI TELAH MULAI MERENCANAKAN MUNAS PEPABRI PADA BULAN NOVEMBER 2017 INI DI JAKARTA.

SEPERTI KITA KITAHUI BAHWA, AD/ART PEPABRI TELAH MENGAMANATKAN MUNAS TIAP 5 TAHUN SEKALI DALAM RANGKA MENYUSUN KEPENGURUSAN BARU DEMI PENYEGARAN, MANYUSUN PROGRAM 5 TAHUNAN DAN MENINJAU KEMBALI AD & ART YANG PERLU DISESUAIKAN DENGAN SITUASI DAN KONDISI YANG DIHADAPI.

DALAM MUNAS YANG AKAN DATANG, SEMUA WARGA DIHARAPKAN TERLIBAT DI DALAMNYA, MINIMAL DALAM PEMIKIRAN DEMI KEMAJUAN ORGANISASI KITA BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. DENGAN SENDIRINYA YANG AKAN TERLIBAT LANGSUNG ADA PEMBATASAN, KARENA KETERBATASAN TEMPAT, TRANSPORTASI DAN DANA YANG TERSEDIA.

MOHON PENGERTIAN BAGI WARGA YANG TIDAK TERLIBAT LANGSUNG APABILA MEMPUNYAI PEMIKIRAN-PEMIKIRAN YANG BAIK, KONTRUKTIF DAN JANGKAUAN JAUH KE DEPAN SAMPAIKANLAH KEPADA PERWAKILAN-PERWAKILAN SAUDARA-SAUDARA YANG AKAN HADIR DI JAKARTA PADA SAAT MUSYAWARAH NASIONAL NANTI. BAGI PESERTA YANG AKAN HADIR DI JAKARTA SUPAYA MELAKUKAN PERSIAPAN-PERSIAPAN YANG BAIK SESUAI DENGAN INSTRUKSI YANG TELAH MAUPUN AKAN DIKIRIMKAN OLEH PANITIA MUNAS.

SAUDARA-SAUDARA WARGA PEPABRI YANG SAYA HORMATI,

APABILA SAUDARA-SAUDARA MENCERMATI SITUASI TANAH AIR PADA AKHIR-AKHIR INI TELAH TIMBUL SUASANA YANG KURANG SEHAT DALAM KITA BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA, YAITU TELAH MUNCUL KELOMPOK-KELOMPOK TERTENTU DALAM MASYARAKAT KITA YANG SUKA MENYUARAKAN KEBENCIANTERHADAP KELOMPOK LAIN, ADANYA SIKAP INTOLERANSI SESAMA WARGA BANGSA DAN MUNCULNYA GERAKAN RADIKALISME. DI LAIN PIHAK, TAHUN DEPAN TAHUN 1918 PERPOLITIKAN KITA AKAN DIRAMAIKAN LAGI OLEH PROSES DEMOKRASI YAITU PILKADA SERENTAK DI 171 PROPINSI/KABUPATEN/KOTA, DISAMPING ITU PADA TAHUN 2019 AKAN ADA PEMILU PRESIDEN DAN PEMILU LEGISLATIF YANG DILAKSANAKAN SECARA SERENTAK. NAMPAKNYA APABILA MASYARAKAT KURANG WASPADA TERHADAP KELOMPOK-KELOMPOK YANG GEMAR MELONTARKAN UJARAN JEBENCIAN, BERSIKAP INTOLERANSI DAN PENGANUT ALIRAN RADIKALISME SEPERTI SAYA SEBUTKAN DI ATAS, MEREKA AKAN MENDAPAT PELUANG DALAM UPAYA MEMECAH-BELAH BANGSA INI DALAM WADAH NKRI BERDASARKAN PANCASILA. PELUANG INI AKAN SEMAKIN TERBUKA APABILA KEKUATAN POLITIK YANG ADA INGIN MEMENANGKAN KOMPETISI TANPA MORAL DAN ETIKA POLITIK YANG SEHAT.

SAUDARA-SAUDARA WARGA PEPABRI YANG TERHORMAT,

AKHIR-AKHIR INI PEMERINTAH MENGELUARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR: 2/2017 YAITU MELARANG KEBERADAAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN YANG ANTI PANCASILA. BAGI KITA MANTAN PRAJURIT, MANTAN BHAYANGKARA YANG TETAP HARUS MEMEGANG TEGUH JIWA DAN SEMANGAT SAPTA MARGA, SUMPAH PRAJURIT DAN TRI BRATA, TIDAK ADA PILIHAN LAIN YAITU MENDUKUNG SETIAP UPAYA SIAPAPUN NAMANYA YANG INGIN MENEGAKKAN DAN MEMPERTAHANKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA. SIKAP INI DISAMPAIKAN KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA OLEH PIMPINAN PEPABRI, PIMPINAN PP ANGKATAN/POLRI SERTA PIMPINAN LVRI YANG DIDUKUNG OLEH PARA SENIOR PURNAWIRAWAN TNI – POLRI  PADA TANGGAL 25 JULI 2017 DI ISTANA NEGARA. UNTUK LEBIH MENGKOKOHKAN KEYAKINAN INI SEKALI LAGI SAYA TEKANKAN TENTANG JATIDIRI SEORANG PURNAWIRAWAN TNI-POLRI, YAITU SEBAGAI PEJUANG, TIDAK MENGENAL PAMRIH APAPUN, TEGUH DALAM PENDIRIAN DALAM MENYELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA INI DARI RONGRONGAN PIHAK MANAPUN.

UNTUK DAPAT MENGEMBAN TUGAS INI, SALAH SATU PEMAHAMAN YANG TELAH SERING SAYA SAMPAIKAN KEPADA SAUDARA-SAUDARA ADALAH:

APABILA TNI DAN POLRI DAN KELUARGA BESARNYA TETAP BERSATU TIDAK ADA SATU KEKUATANPUN YANG DAPAT MEMECAH-BELAH NKRI YANG BERDASARKAN PANCASILA.

KARENA ITU, DALAM ULANG TAHUN KE-58 INI KITA MENGAMBIL TEMA SEBAGAI BERIKUT:

“BERSATU DALAM JIWA DAN SEMANGAT SAPTA MARGA, SUMPAH PRAJURIT DAN TRI BRATA UNTUK MENGAWAL NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”

DALAM URAIAN TERDAHULU SAYANG TELAH MENYINGGUNG MASALAH PILKADA 2018 DAN PEMILU 2019. UNTUK MENGHADAPI PERISTIWA POLITIK SEMACAM INI SAYA, SEKALI LAGI MEMBERIKAN ARAHAN KEPADA SAUDARA-SAUDARA BAHWA LEMBAGA/ORGANISASI PEPABRI BERSIKAP NETRAL DALAM PILKADA/PILPRES NAMUN SEBAGAI INDIVIDU/PERORANGAN SETIAP WARGA PEPABRI BEBAS DALAM MENENTUKAN PILIHAN POLITIKNYA, DENGAN RAMBU-RAMBU TETAP DEMI UTUHNYA NKRI BERDASARKAN YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 1945. BAHWA SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN MEMPUNYAI KEBEBASAN DALAM MENENTUKAN PILIHAN POLITIK MANAPUN SESUAI PERUNDANG-UNDANGAN YANG ADA. PENGALAMAN PADA PEMILU-PEMILU MAUPUN PILKADA YANG LALU, KELUARGA BESAR PERNAWIRAWAN TNI – POLRI TERMASUK WARAKAWURINYA MEMPUNYAI PILIHAN YANG BERBEDA. HANYA SAYA TEKANKAN, PERBEDAAN INI TIDAK MENYEBABKAN SAUDARA-SAUDARA TERPECAH-BELAH SATU SAMA LAIN. PERBEDAAN BERSIFAT SEMENTARA KARENA BEGITU PEMILU MAUPUN PILKADA SELESAI, KITA TETAP BERSAUDARA, TETAP SEBAGAI PEJUANG YANG MENGHARGAI PERBEDAAN . SIAPAPUN YANG TERPILIH, SELAMA DILAKSANAKAN  PEMILIHAN SESUAI DENGAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU, BAIK SEBAGAI PRESIDEN MAUPUN SEBAGAI GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA, KITA HORMATI, KITA DUKUNG DENGAN SIKAP KEDEWASAAN BERPOLITIK, INILAH SIKAP SEORANG PEJUANG.

BAHKAN SIKAP PEJUANG SEJATI DIHARAPKAN KEPADA SAUDARA-SAUDARA SUPAYA IKUT MEMELIHARA SUASANA TENTRAM, DAMAI DAN SEJUK DI TENGAH-TENGAH MASYARAKAT YANG BERBEDA PILIHAN. BERILAH CONTOH DAN KETAULADANAN KEPADA MASYARAKAT SEKITAR.

SAUDARA-SAUDARA, BAHWA BERPOLITIK YANG SEHAT ADALAH MENGHORMATI PERBEDAAN, ADANYA SIKAP TOLERANSI DAN MENGHORMATI SIAPAPUN YANG DIPILIH OLEH RAKYAT. SEORANG PEJUANG YANG BERPOLITIK HARUS BERSIKAP BAHWA TUJUAN POLITIK TIDAK SEKEDAR MENCARI KEKUASAAN, TETAPI LEBIH UTAMA ADALAH SIKAP YANG MENGUTAMAKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA, DEMI TERCAPAINYA TUJUAN NASIONAL SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM ALINEA KE-4 PEMBUKAAN UUD 1945.

DEMIKIANLAH AMANAT SAYA DALAM MENYAMBUT HARI ULANG TAHUN KE-58 PEPABRI INI. KEPADA SEMUA WARGA PEPABRI DI MANAPUN SAUDARA BERADA, SAYA SAMPAIKAN:

“SELAMAT BERULANG TAHUN KE-58”

“DIRGAHAYU PEPABRI…!”

NAMO BUDDHAYA

OM, SHANTI, SHANTI, SHANTI OOM,

SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA,

WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

 

JAKARTA, 12 SEPTEMBER 2017

 

A.N. DEWAN PIMPINAN PUSAT

 

KETUA UMUM,

 

AGUM GUMELAR

JENDERAL TNI (PURN)

Jakarta, 12 September 2017

pernyataan

Tidak ada komentar: