Cari Blog Ini

Indonesia Punya Kapal Selam, Para Pejabat Diajak Menyelam

Kamis, 11 Januari 2018 04:13 WIB

ISTIMEWA/MABES TNI

Panglima TNI. Marsekal TNI. Hadi Tjahjanto (kanan), Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian (kedua dari kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI. Mulyono (ketiga dari kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI. Ade Supandii (Keempat dari kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (Kelima dari kanan) dan Menteri Luar Negri (Menlu), Retno LP. Marsudi, berpose di Kapal Selam KRI Nagapasha-403. (Foto Hak Cipta Mabes TNI). 

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), mengajak Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono, Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, Menteri Luar Negri (Menlu) Retno LP Marsudi dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Susi Pudjiastuti, menjajal kapal selam milik TNI AL.

Dengan menumpangi KRI Nagapasha-403 yang terhitung sebagai buatan anak negri, mereka diajak merasakan bagaimana menyelam sampai kedalaman 30 meter, di perairan Benoa, Selat Badung, Bali, Rabu (10/1/2018).

Para pejabat tersebut juga diajak mengintip melalui periskop, alat yang digunakan untuk mengamati permukaan laut selama kapal selam berada di bawah permukaan air.

Tidak hanya itu, Panglima TNI, KSAD, Kapolri, Menlu dan Menteri KP, juga ditunjukan bagaimana kecanggihan alat yang ada di kapal selam yang dibagun atas kerjasama Indonesia dengan Korea Selatan itu.

Mereka ditunjukan bagaimana peralatan di KRI tersebut bisa melacak musuh, serta ditunjukan bagaimana kecanggihan sistem navigasinya. Di dalam kapal selam tersebut, para pejabat itu juga disematkan Brevet kehomatan Hiu Kencana.

Dikutip dari siaran pers resmi Mabes TNI, dijelaskan bahwa Brevet Hiu Kencana merupakan simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam, dalam taktik dan teknik peperangan bawah permukaan laut, yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan jiwa korsa bagi para pemakainya.

Sementara Brevet Kehormatan Hiu Kencana, adalah brevet kehormatan yang umum diberikan sebagai penghormatan kepada pejabat tinggi negara, termasuk dari Polri, serta tokoh nasional, yang dianggap berjasa serta memiliki perhatian terhadap kejayaan TNI AL.

Brevet untuk Panglima TNI, KSAD, Kapolri dan sejumlah pejabat lainnya itu, disematkan oleh Komandan Kapal Selam Letkol Laut (P) Heri S.

Panglima TNI, mengaku mendapatkan pengalaman baru saat mencoba menyelami laut dengan kapal selam.

Menurutnya penyelaman tersebut berlangsung dengan nyaman, karena tidak merasakan ombak permukaan. Ia juga mengakui, tidak mudah bagi awak kapal selam untuk bekerja, karena keterbatasan ruang.

"Dan prajurit kapal selam ini harus mendapat perhatihan khusus," ujarnya.


© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved


Tidak ada komentar: